Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Kebiasaan yang Bikin Wajah Jerawatan

Written By bopuluh on Senin, 05 Agustus 2013 | 18.02

KOMPAS.com - Jerawat tak cuma timbul karena masalah kurang menjaga kebersihan kulit, pemilihan kosmetik yang salah, hormon, makanan berlemak, atau genetik. Ternyata, pemicu lainnya adalah faktor kebiasaan.

"Beberapa kebiasaan yang dilakukan tanpa sadar bisa menimbulkan jerawat, atau bahkan membuat jerawat lebih parah," ungkap ahli kecantikan dari klinik BeYouTiful, dr Gloria Novelita, SpKK, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia memaparkan, menurut penelitian oleh Orkin pada tahun 1991, jerawat juga bisa timbul akibat trauma fisik seperti gosokan yang berulang. Gosokan yang kasar secara berulang-ulang akan menimbulkan luka fisik di wajah sehingga kulit jadi trauma dan menipis. Luka-luka tak terlihat ini akan membuat bakteri lebih mudah menginfeksi dan menimbulkan jerawat.

"Salah satu kebiasaan menggosok berulang ini adalah saat melakukan scrub wajah. Butiran scrub-nya bisa menimbulkan luka," jelasnya.

Untuk itu, Gloria menyarankan untuk tak terlalu sering melakukan scrub wajah. Selain itu, hindari memilih pembersih wajah harian yang mengandung scrub.

Memencet jerawat juga jadi satu kebiasaan yang bisa memperparah kondisi wajah yang berjerawat. Menurut penelitian Carnizares pada tahun 1993, jerawat yang sudah ada akan semakin memburuk bila dimanipulasi.

Manipulasi jerawat ini bisa dilakukan dengan cara memencet, tidak membersihkan wajah, disentuh terus-menerus dengan tangan yang kotor, dan lain-lainnya. Jika hal ini terus dilakukan maka, akan terjadi radang yang lebih hebat. Akibatnya, akan terbentuk luka parut atau lubang jerawat yang membekas.

"Ketika sudah berjerawat, rajinlah membersihkan wajah dan pakai obat jerawat. Sebaiknya jangan tutup jerawat di wajah dengan kosmetik, dan jangan dulu scrub wajah," sarannya.

Editor :

Felicitas Harmandini


18.02 | 0 komentar | Read More

Polwan Berjilbab Sambut Pemudik di Masjid Bintang


TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Sejumlah Polwan berjilbab disiagakan di Masjid Bintang, sebutan polisi untuk tempat ibadah temporer, di Jalan Pahlawan, Tulungagung. Mereka akan bersiaga mulai Senin (5/8/2013) hingga H+7 Lebaran.

Adapun Masjid Bintang Tulungagung mulai diresmikan oleh Kasubdit Kamsel Polda Jatim AKBP Titik Suwarni bersama Kapolres Tulungagung AKBP Whisnu Hermawan Februanto, Senin malam.

Masjid itu siap menyambut para pemudik yang ingin beristirahat di  Tulungagung. Tempatnya sekompleks dengan Masjid Baiturrohman. Boleh dibilang, Masjid Bintang merupakan masjid plus karena ada tambahan pelayanan kesehatan, wi-fi gratis hingga kafetaria.

"Masjid Bintang wajib didirikan di setiap wilayah di Jawa Timur untuk tempat singgah para pemudik supaya tidak terlalu capek ketika melanjutkan perjalanan," kata Titik Suwarni.

Menurut dia, data kecelakaan lalu lintas selama 2012-2013 menunjukkan bahwa penyebabnya rata-rata karena mengantuk sehingga terjadi kelalaian.

Peresmian Masjid Bintang di Jl Pahlawan juga memperhitungkan arus mudik maupun arus balik, terutama karena jalan tersebut menjadi akses utama lalu lintas dari arah Malang maupun Surabaya menuju Trenggalek hingga Ponorogo.  (yul)

Editor : Kistyarini


18.02 | 0 komentar | Read More

Akhirnya, Dhani-Mulan Blak-blakan soal Anak

Written By bopuluh on Minggu, 04 Agustus 2013 | 18.02

KOMPAS.COM/ICHSAN SUHENDRA

Ahmad Dhani tengah menggendong Shafeeya, anak pertamanya dari Mulan Jameela, ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-41 di kediamannya, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2013).


JAKARTA, KOMPAS.com --
 Musisi Ahmad Dhani dan Mulan Jameela akhirnya membeberkan hubungannya. Keduanya juga berbagi cerita soal anak mereka, Syafeeya, yang selama ini menimbulkan rasa penasaran banyak pihak. Dalam acara Just Alvin di Metro TV, Minggu (4/8/2013), Dhani tampil bersama Mulan dan Syafeeya.

Dengan mantap musisi asal Surabaya, Jawa Timur, itu mengenalkan bocah cantik itu sebagai darah dagingnya. "Dia menyandang nama Syafeeya binti Ahmad Dhani," ucap Dhani mantap.

Pernyataan itu tentu menjawab semua kabar-kabar tentang hubungannya dengan Mulan. Selama ini, baik Dhani maupun Mulan tak pernah mau memberi pernyataan soal hubungan mereka.

Dhani sempat memamerkan bocah perempuan di suatu ajang pencarian bakat. Asal usul Safeeya semakin jelas sebagai anak keempat Dhani manakala bocah mungil itu selalu memanggil-manggil Dhani dengan sebutan ayah di acara ulang tahun Dhani ke-41 beberapa waktu lalu.

Di acara yang dipandu Alvim Adam, pasangan ini pun berbagi cerita tentang sang anak yang sudah mulai bisa bernyanyi seperti ibunya. "Dia mulai bernyanyi, kalau tidur jam tiga malam. Cuma dia masih kolokan, kalau ke mal kadang nangis karena enggak mau pulang," ungkap Dhani.

Dhani juga bercerita seputar Mulan. "Mudah-mudahan istri yang baru bisa mengakui bahwa suami posisinya di atas istri," ucapnya.

  
 
  


18.02 | 0 komentar | Read More

Ada Memar Biru di Tubuh Della Caroline


JAKARTA, KOMPAS.com- Anna Susanti (57), Ibu dari Della Caroline (34), mantan model Look, Elite, dan mantan pemain sinetron yang terkenal pada tahun 2005 sampai 2006 temukan pada Sabtu malam, 3 Agustus 2013 terlihat sedih ketika mengetahui kalau buah hatinya ditemukan tewasdi sebuah apartemen Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (4/8/2013) dinihari tadi.

"Tadi jam 6 pagi, saya ditelepon kepolisian Tebet, katanya Della anak saya meninggal di apartemen Casablanca," kata Anna kepada wartawan di RSCM, Salemba, Jakarta Pusat, Minggu (4/8/2013).

Anna menceritakan ditemukannya luka memar berwarna biru di leher bagian belakang dan bagian dahi. Awalnya, dia tidak ingin jenazah Della diautopsi karena tidak ada biaya. Namun, teman-teman Della menyuruh agar jenazah mantan model itu harus diautopsi di RSCM.

"Kalau lebih jelasnya di-autopsi dulu ya. Sebetulnya penasaran, cuma tadi enggak ada biaya. Kata temen-temennya disuruh lanjut (autopsi-red)," katanya.

Kemudian, Anna menceritakan bahwa anaknya sudah lama tidak menjadi model. Kini, dia sudah menjadi karyawati di sebuah perusahaan swasta.

Kata Anna, dirinya tidak mengetahui kebiasaan putrinya yang suka menenggak minuman beralkohol. Hal ini dikarenakan, korban berbeda tempat tinggal dengan sang ibu. Putrinya itu menetap di salah satu kosan di daerah Jakarta Barat dan bukan di Apartemen Casablanca.

"Dulu pernah jadi model. Sekarang kerja kantoran jadinya gemuk dan kemudian berhenti. Anak saya kos di Rawa Belong dan bukan di apartemen," katanya.

Menurut, Anna, sebelum ditemukan tewas, korban terlihat sehat dan ceria. Namun, untuk kesehariannya Della memang agak sedikit tertutup.

"Terakhir ketemu sehat. Enggak tau kalau suka minum-minum, soalnya dia kan kos. Dia jarang cerita yang susah-susah. Jumat sempat ke rumah di Tanah Àbang," katanya.

Anna juga mengaku tidak mengenal Mr Kumar, pemilik kamar apartemen tempat Della tewas. "Enggak tau kapan punya temen orang sana. Kata polisi dia orang India dan cowok kata polisi," tuntasnya.

Rencananya, Della akan dimakamkan di TPU Petamburan, Senin (5/8/2013) pagi. Pemakaman itu dilaksanakan setelah melakukan autopsi. "Besok dimakamkam di Petamburan jam 10 atau 11 pagi udah berangkat," katanya.

Editor : Ana Shofiana Syatiri


18.02 | 0 komentar | Read More

Marcelo Harapkan Tuah Ancelotti

Written By bopuluh on Sabtu, 03 Agustus 2013 | 18.03


MADRID, KOMPAS.com
- Bek Real Madrid, Marcelo, berharap kedatangan Carlo Ancelotti sebagai pelatih dapat membawa tuah yang mendatangkan trofi untuk El Real. Meski demikian, Marcelo mengaku para pemain Madrid dan Ancelotti masih terus dalam usaha saling mengenal.

"Ancelotti terlihat seperti orang yang sangat baik. Kami masih dalam proses saling mengenal," kata Marcelo dalam sebuah konferensi pers, seperti dilansir Football Espana.

"Ia adalah seorang juara dan sangat berpengalaman. Aku harap dia membantu kami memenangkan banyak gelar," jelas Marcelo lagi.

Bek berpaspor Brazil ini pun angkat bicara soal prospek klubnya musim depan, serta mengomentari saga transfer Gareth Bale.

"Setiap tahun aku menyambut musim baru dengan antusias, dan berusaha tampil bagus. Antusiasme untuk Madrid tak pernah berubah. Soal Bale, dia pemain bagus. Tapi aku lebih senang membicarakan pemain yang sudah ada di klub," pungkasnya.


18.03 | 0 komentar | Read More

Klub Bundesliga Melenggang Nyaman di DFB Pokal

BERLIN, KOMPAS.com - Sejumlah klub Bundesliga mengawali DFB Pokal atau Piala Jerman dengan hasil meyakinkan. Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, FSV Mainz, dan Hoffenheim lolos dari putaran pertama dengan kemenangan.

Kemenangan terbesar dibukukan Hoffenheim yang menggasak klub divisi lima SG Aumund Vegesack dengan skor 9-0. Bayer Leverkusen pun tak mau kalah dengan menjungkalkan SV Lippstat denga skor 1-6. Gol-gol Die Werkself dibukukan Lars Bender, Heung-Min Son serta brace Sidney Sam dan Stefan Kiessling.

Di pertandingan lain Borussia Dortmund membungkam tuan rumah SV Wilhemshaven dengan skor 3-0. Gol-gol Dortmund dibukukan Kevin Grosskreutz, Marvin Duksch dan Robert Lewandowski.

Berikut hasil-hasil lengkap DFB Pokal, Sabtu (3/8/2013)

-  SV Wilhelmshaven - Borussia Dortmund 0:3
-  SV Lippstadt 08 - Bayer Leverkusen 1:6
-  Fortuna Köln - 1. FSV Mainz 05 1:2
-  SG Aumund-Vegesack - 1899 Hoffenheim 0:9
-  Neckarsulmer Sport-Union - 1. FC Kaiserslautern 0:7
-  Bahlinger SC - VfL Bochum 1:3
-  1. FC Magdeburg - FC Energie Cottbus 0:1
-  Sportfreunde Baumberg - FC Ingolstadt 1:4

Bundesliga.de


18.03 | 0 komentar | Read More

Jelang JKN, Dokter Diminta Tak Cemaskan Besaran Gaji

Written By bopuluh on Jumat, 02 Agustus 2013 | 18.03


Kompas.com- Para petugas kesehatan seperti dokter dan perawat diharapkan tidak perlu mengkhawatirkan masalah gaji dan intensif pada pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  pada Januari 2014 mendatang.

"Dokter tidak perlu khawatir. Gaji dan intensif akan dibayar sesuai porsinya, baik yang di rumah sakit maupun puskesmas," kata Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Usman Sumantri pada Jumat (1/8) di Jakarta.

Untuk rumah sakit, biaya dokter masuk dalam paket pengobatan INA-CBG's. Biaya yang dibayarkan juga sudah termasuk biaya obat dan pemeriksaan. Sementara untuk puskesmas, dokter akan dibayar menggunakan sistem kapitasi. Dalam sistem ini pemberi pelayanan kesehatan menerima sejumlah penghasilan yang dihitung per peserta pada periode waktu.

Biaya kapitasi diperkirakan sebesar Rp.6000 sampai Rp.7000. Hal ini bergantung pada umur peserta, tingkat biaya hidup, dan jam kerja dokter. "Nantinya biaya kapitasi memang tidak sama. Puskesmas yang kerja dokternya 24 jam dan 12 jam tentu berbeda," kata Usman.

Daerah dengan mayoritas penduduk lansia, kemungkinan berbiaya kapitasi tinggi. Hal ini dikarenakan, lansia lebih sering berobat dibanding usia muda. Sama halnya pada daerah dengan biaya hidup yang tinggi.

Satu dokter akan menangani 2.500 sampai 3.000 orang. Bila ada yang sakit sebanyak 50 orang, dengan biaya per kasus Rp. 100 ribu maka total biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 5.000.000. Padahal biaya kapitasi yang diperoleh adalah Rp 21 juta, dari 3.000 pasien dengan biaya per kepala Rp. 7 ribu.

"Selisih antara biaya pengobatan dan kapitasi itulah yang menjadi hak dokter. Angka ini bisa berubah bila masyarakat yang sehat semakin banyak," kata Usman.

Perolehan juga menyesuaikan dengan jumlah dokter yang praktik di puskesmas tersebut. Sistem ini juga membuka peluang persaingan antar puskesmas. Puskesmas dengan pelayanan berkualitas, tentu akan memperoleh pasien lebih banyak.

"Untuk dokter yang berpraktik di pedalaman tentu akan kita beri tambahan insentif khusus. Bentuknya masih dalam pembahasan, bisa berupa insentif uang, kemungkinan diangkat menjadi PNS, atau kesempatan menempuh pendidikan spesialis, " kata Sekertaris Jenderal Kementrian Kesehatan RI, Supriyantoro.


18.03 | 0 komentar | Read More

�Ngobor� dan Pais Belut

GERIMIS yang turun sejak sore hari mulai menggenangi parit-parit sawah yang usai dipanen. Tetes hujan membentuk lingkaran-lingkaran air di permukaan kubangan yang berwarna kecoklatan. Di petak-petak sawah ini perburuan akan dimulai. Di situlah belut-belut berkumpul.

Kami menunggu malam tiba. Mang Ending (62) mulai mempersiapkan alat-alat yang harus dibawa. Sederhana saja. Petromaks, senter, golok, dan ember. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Sebagian warga di Kampung Situsari, Desa Cipacing, Kecamatan Pager Ageng, Tasikmalaya, sudah terlelap dalam dingin malam. Bunyi jangkrik dan kodok sayup terbawa angin.

Petromaks pun dipompa. Wosh-wosh-wosh.... Bunyinya memecah keheningan. Alat penerangan ini sudah semakin sulit ditemukan. Generasi masa kini mungkin sudah tak mengenalnya, apalagi mengoperasikannya. Namun, Ending dengan cekatan memberi minyak, memompa, memperbaiki saringan, sampai akhirnya cahaya petromaks berpendar-pendar. Kami pun bersiap.

Langit yang tadi gulita mulai berbintang. Bulan samar memperlihatkan separuh sosoknya. Mang Ending menengadahkan wajah. "Moga-moga belutnya tidak ngumpet melihat cahaya bulan," kata Ending.

Belut memang makhluk unik. Menemukannya gampang-gampang susah. Jenis ikan ini hanya bisa ditemukan saat sawah dalam kondisi habis dibajak atau tanahnya siap ditanami (tandur). Belut juga paling senang hidup di dalam lumpur. Di desa-desa di Jawa Barat, tradisi berburu belut ini disebut ngobor, mungkin karena dahulu warga menggunakan obor sebagai alat penerangan.

Mengapa belut harus ditangkap malam hari dan mereka akan menghilang di kala bulan muncul? Ini tidak terkait takhayul, tapi memang merujuk pada kondisi fisik belut yang rentan. Belut merupakan satu-satunya jenis ikan yang tidak memiliki sisik ataupun sirip.

Padahal, sisik merupakan alat perlindungan ikan dan sirip memudahkan ikan berenang dengan cepat. Karena belut tidak memiliki keduanya, cara pertahanan dirinya adalah dengan berlindung di dalam lumpur yang pekat sehingga tidak dideteksi musuh-musuhnya. Itu sebabnya belut tidak pernah muncul di siang hari ataupun di saat terang bulan.

Malam makin larut, Ending perlahan meniti tanggul sempit, langkahnya dipandu bias petromaks. Sesekali kakinya turun ke dalam sawah, menjejak lumpur yang tingginya setengah betis. Goloknya mengorek-ngorek lumpur.

Ia menunjuk pada jejak-jejak di lumpur yang bentuknya memanjang. "Ini bekas jalan keluar belut," ujarnya. Jejak-jejak itu menuntun pada lumpur pekat yang menumpuk di rerumpunan. Di situlah belut-belut berlindung.

Ending termasuk salah satu pemburu belut andal. Di wilayah ini, perburuan belut bukan dengan cara ngobor semata, bisa juga dengan ngurek (memancing belut dengan tali kenur yang diberi kail).

Cara lain adalah menggunakan osom, yakni perangkap berbentuk bubu kecil yang terbuat dari anyaman bambu. Osom yang diberi umpan cacing atau bancet (anak katak) dibenamkan ke sawah dan ditinggal pemiliknya. Keesokan harinya osom sudah penuh terisi belut yang terperangkap.

Sambal belut

Pagi harinya, Bu Cucu (56), istri Ending, sudah bersiap di dapur. Belut-belut yang sudah dikumpulkan di ember direndam dengan daun jambu klutuk untuk menghilangkan bau anyir.

Satu demi satu belut hidup itu kemudian dibersihkan dan dipotong. Mereka yang belum terbiasa membersihkan belut mungkin agak kaget karena begitu dipotong, darah yang keluar lebih banyak dibandingkan ikan. Belut yang ukurannya lebih kecil biasanya lebih disukai karena rasanya lebih gurih.

Bumbu-bumbu pun sudah disiapkan. Ada jahe, kunyit, bawang merah dan putih, daun salam dan serai, juga ditambahi cengek (cabai rawit) dan daun kemangi. Semua dipotong kasar. Cucu lantas mengulek galendo dan dibalurkan pada belut-belut tersebut. Galendo adalah ampas dari godokan minyak kelapa.

"Punten, ambilkan daun salam beberapa lembar," kata Cucu. Ending pun melangkah keluar dari rumah dan memetik beberapa lembar daun dari pohon salam yang tumbuh di pekarangan rumah dan merambat sampai ke dekat daun pintu. Setelah tumpukan belut ditutup dengan daun salam, barulah seluruhnya dibungkus dengan daun pisang. Proses mais (memepes) pun dimulai.

Satu per satu bungkusan itu diletakkan langsung ke bara api dalam tungku dari tumpukan batu bata, yang biasa disebut hawu. Kadang keluarga ini memasak menggunakan hawu dengan memanfaatkan pohon kelapa, mulai dari daun kering, sabut, batok, hingga pelepahnya, juga ranting yang biasa dicari di kebun. Hawu diletakkan di luar rumah, di saung yang menempel ke rumah.

Sesekali Cucu meniup selongsong bambu ke arah tumpukan abu panas yang mematangkan pepes. Api pun membesar. Ia membolak-balik bungkusan-bungkusan belut dengan telaten. Sekitar tiga jam kemudian pepes tersebut siap disantap.

Perburuan belut berhenti di saung yang berada di pinggir sawah. Nasi putih yang masih mengepul dihidangkan bersama pepes. Tentu saja pepes tak akan lengkap tanpa kehadiran sambal belut. Sambal ulek buatan Cucu akan membuat mata kita mengerjap-ngerjap. Rasa cabai yang menyengat bercampur dengan aroma segar dari daun kencur dan jahe.

Desir angin segar menerobos pojok-pojok saung. Dari kejauhan, rumpun padi yang kehijauan bergoyang perlahan, batangnya meliuk-liuk mengikuti arah angin. (MYR/PEP)

Editor : I Made Asdhiana


18.03 | 0 komentar | Read More

Saham-saham Pilihan Hari Ini

Written By bopuluh on Kamis, 01 Agustus 2013 | 18.03


JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak variatif. Hal ini disebabkan akhir pekan ini mulai masuk jelang libur lebaran.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG masih terkena imbas sentimen negatif dalam negeri, terutama akibat imbas inflasi Juli 2013 yang mencapai 3,29 persen.

Rekomendasi sahamnya antara lain ICBP, JSMR, WSKT, AKRA, ASII, TLKM, BBRI, TAXI, MNCN, KLBF. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.632,43 (level tertingginya) jelang pre closing dan menyentuh level 4.592,09 (level terendahnya) di akhir sesi satu dan berakhir di level 4.610,38.

Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik dengan terbantukan transaksi nego saham IMAS senilai Rp 2,87 triliun sebanyak 529,21 lot saham. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Editor : Bambang Priyo Jatmiko


18.03 | 0 komentar | Read More

Anggota Pink Panther Kabur dari Penjara Swiss

ZURICH, KOMPAS.COM - Pink Panther yang ini bukanlah film seri komedi dengan tokoh utama seorang detektif bernama Jacques Clouseau. Pink Panther yang ini adalah geng pencuri permata.

Sejumlah pria bersenjata pada Kamis pekan lalu menyerbu penjara Swiss di Kanton Vaud untuk membebaskan anggota geng Pink Panther. Anggota geng asal Bosnia, Milan Poparic (34), melarikan diri dari penjara bersama narapidana lain setelah anggota geng dalam dua kendaraan memaksa masuk melewati gerbang dan menembaki penjaga penjara. Menurut Interpol, Pink Panther memiliki spesialisasi mencuri jam tangan mahal dan telah melakukan 340 perampokan di toko-toko mewah di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika Serikat sejak tahun 1999.

Jarahan geng ini senilai lebih dari 330 juta euro (Rp 4,49 triliun). Poparic sendiri telah menjalani hukuman penjara 6 tahun 8 bulan karena merampok sebuah toko perhiasan di Swiss pada 2009. Pink Panther dikenal karena perampokan spektakuler mereka, yakni ketika tahun 2007 geng tersebut menggunakan dua mobil ke pusat perbelanjaan Dubai, Uni Emirat Arab, dan melalui jendela sebuah toko perhiasan, mereka menggasak barang senilai 11 juta euro dalam waktu kurang dari 1 menit.

Tahun berikutnya, para anggota Pink Panther kembali beraksi dengan menjarah perhiasan Harry Winston di Paris, Perancis, senilai 85 juta euro dengan menyamar sebagai perempuan. (Reuters/LOK)

Editor : Egidius Patnistik


18.03 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger